Teman Ali Sadli Mengusulkan Sembunyikan Mobil-mobil

Teman Ali Sadli Mengusulkan Sembunyikan Mobil-mobil

Terdakwa penerima kasus suap yang berkaitan dengan memberikan pendapat wajar tanpa syarat oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia kepada Menteri Kelurahan, Ali Sadli, berusaha untuk menghilangkan bekas-bekas beberapa mobil-mobil nya. Hal ini terungkap saat jaksa penuntut umum di KPK memaparkan transkrip percakapan antara rekan Ali, Apriadi Malik dan saudara ipar Ali, Yanuar.

Percakapan telepon yang terjadi pada 26 Mei 2017 tersebut membahas penangkapan Ali oleh KPK. Atas dugaan menerima suap dari dua mantan pejabat Kemendes PDTT, Sugito dan Jarot.

Saat itu, Yanuar mengeluh kepada Yaya tentang langkah-langkah yang harus diambil. Dalam percakapan tersebut, Yaya juga mengaku bingung sampai disuruh menyembunyikan mobil Ali.

“Apa yang kita lakukan?” ratapan Yanuar saat itu.

“Saya tidak tahu ya bang bingung juga,” kata Yaya.

“Mobil,” kata Yanuar lagi.

“Ya saya ingin bertanya juga. Apa yang kita sembunyikan kemana atau gimana ya,” kata Yaya.

“Ya diumpetin. Ada gudang tidak dia,” kata Yanuar.

Mengapa Ada Kata Menyembunyikan

Jaksa penuntut umum Takdir Suhan membenarkan pembicaraan tersebut dengan Yaya.

“Mengapa ada kata mobil disembunyikan, apa artinya itu?” tanya jaksa Takdir kepada Yaya.

Dia menjawab kata umpetin dalam transkrip bukan idenya. Penegasan tersebut dia ucapkan saat jaksa lagi meminta penjelasan tentang ide menyembunyikan mobil milik Ali Sadli.

Diketahui, Ali Sadli didakwa dengan tiga tuduhan sekaligus – sogok, gratifikasi, dan pencucian uang.

Mengenai penerimaan suap, Ali didakwa menerima suap sebesar Rp 40 juta dari Sugito dan Jarot, dua tersangka pemberi suap atas kasus yang sama. Uang itu sebagai pemulus bagi Kemendes PDTT mendapatkan opini WTP dari BPK-RI. Jaksa Penuntut Umum memvonis Ali dengan Pasal 12 ayat 1 butir a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 nomor 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sementara soal gratifikasi, Ali didakwa dengan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Akhirnya yang pencucian uang, Ali didakwa dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Promo: Kesempatan Mendapat Jutaan Hingga Ratusan Juta Ada Di SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!