Arief: Jumlah Wisatawan Ke Bali Sudah Normal

Arief: Jumlah Wisatawan Ke Bali Sudah Normal

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyebutkan bahwa kedatangan wisatawan ke pulau Bali kembali normal setelah letusan Gunung Agung.

“Bali istilah sudah normal,” kata Arief, seperti dikutip Antara, Sabtu (23/12). Jumlah wisatawan mancanegara, biasanya rata-rata 15.000 per hari, turun 2.000 per hari. Sekarang sudah 12.300 setiap hari.

Dia mengatakan angka tersebut telah mencapai sekitar 80 persen dari jumlah normal. “Saya harap rekan media kami di sini akan menjaga suasana ini kondusif,” katanya.

Arief mengatakan dampak letusan Gunung Agung hanya berdampak di wilayah 8-10 kilometer dari kawah gunung tersebut.

Dia juga mengungkapkan bahwa status tanggap darurat telah dicabut dan selanjutnya akan melakukan pemasaran besar sehingga wisatawan kembali ke Bali. “Anggaran Rp 100 miliar itu kami sampaikan ke Gubernur (Bali) untuk memimpin pemasaran di Bali,” katanya.

Menpar dan Menhub Akan Memberikan Pelayanan Transportasi Terbaik

Menpar juga mengatakan bahwa dia dan Menteri Perhubungan telah membahas sarana transportasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan di Bali. “Sehubungan dengan transportasi yang telah kami selesaikan dengan Menteri Perhubungan, tiga jam pertemuan di sini untuk membahas memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan di Bali.”

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa tujuan utama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin sebuah pertemuan terbatas di Bali untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Bali sekarang aman dan siap menerima wisatawan.

Pramono juga mengungkapkan bahwa meeting tersebut telah memutuskan untuk menghapuskan letusan tanggap darurat Gunung Agung. “Status darurat menjadi, dalam tanda ketakutan, jadi mereka mengeluarkan ‘travel band’,” katanya.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan logistik untuk pengungsi masih akan dikeluarkan, meski status tanggap daruratnya terangkat.

“Karena istilah darurat sebenarnya tidak menyatakan bahwa Bali adalah keadaan darurat. Jadi saya sering mengatakan bahwa tanggap darurat adalah untuk pengungsi, sehubungan dengan logistik, tidak semua Bali dalam keadaan darurat,” katanya.

Dia juga mengatakan status tanggap darurat justru membuat negara lain mengeluarkan ‘travel band’, ‘travel warning’, ‘travel advisory’, meski hanya terkait dengan pengungsi dan logistik.

Promo: Kesempatan Mendapat Jutaan Hingga Ratusan Juta Ada Di SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!