2 Tersangka Pungli di TPK Palaran Divonis 15 Tahun

2 Tersangka Pungli di TPK Palaran Divonis 15 Tahun

Dua terdakwa pungutan liar atau pungli senilai Rp 6,1 miliar di terminal kontainer Palaran Samarinda (TPK) Palembang, Jaffar Abdul Gafar dan Dwi Hari Winarno, dituntut oleh jaksa penuntut selama 15 tahun penjara. Gugatan itu dikabulkan dalam sidang pengadilan tuntutan di Pengadilan Negeri Samarinda, sampai tengah malam dini hari tadi.

Kedua terdakwa, yang juga Ketua Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) dan sekretaris Komura, dipresentasikan dalam persidangan yang memakan waktu hampir 9 jam sejak Kamis (14/12) siang. Jaksa Penuntut Umum Reza Pahlevi, dan dua jaksa lainnya pada gilirannya membacakan dakwaan. Ketiga jaksa yakin kedua terdakwa bersalah atas biaya ilegal di Palaran TPK.

“Terdakwa dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar subsider 6 bulan pengurungan,” kata jaksa penuntut.

Hal yang memberatkan dalam dakwaan 2 terdakwa tersebut mengganggu masyarakat, terutama pengguna jasa pemuatan dan pembongkaran tenaga kerja (TKBM). Pekerja Komura sejak persidangan dimulai, begitu setia menunggu persidangan sejak siang hari. Mereka baru saja bubar meninggalkan Pengadilan Negeri Samarinda di Jalan M Yamin, Jumat (15/12) dini hari tadi.

Pembela Menyatakan Klien Tidak Bersalah

Sementara itu, pembela terdakwa, Yun Suryotomo masih menilai kliennya tidak bersalah dalam kasus tersebut. Menurut dia, pungutan mengacu pada SK Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Samarinda (KSOP). Sidang ditunda pada tanggal 19 Desember 2017, dengan agenda pembacaan terdakwa dari kedua terdakwa.

MerdekaSeo menelusuri kasus ini mundur, sebelumnya Kepala Kejari Samarinda Retno mengungkapkan,. Ada 4 tersangka kasus dugaan retribusi ilegal TPK Palaran, yang didelegasikan dari Polisi Bareskrim.

“Buktinya uang itu dijamin total Rp 259 miliar,” kata Retno, Kamis (13/7), kepada wartawan setelah menerima bukti bukti dari Bareskrim di kantornya.

“Sesuai dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang untuk 4 tersangka kecuali Nur Asriansyah alias Eli, yang hanya tunduk pada Pasal 368 KUHP,” kata Retno.

Diketahui bahwa Polisi Reserse Kriminal Polri dan Markas Besar Polres Kalimantan Timur pada hari Jumat (17/3) menemukan dugaan pungutan liar di daerah TPK Palaran, Samarinda, yang diduga dilakukan oleh pemuatan dan pembongkaran pekerja dan diberdayakan ke Satuan Tugas dari Pekerja Bongkar Muat (TKBM) Komura Samarinda.

Petugas kemudian menyita kas sebesar Rp6,1 miliar, 3 unit CPU, dan dokumen penting, di kantor Komura. Setelah 3 tersangka, Bareskrim akhirnya juga menunjuk Ketua Komura Jafar Abdul Gaffar, yang juga anggota aktif parlemen Samarinda saat itu sebagai tersangka.

Promo: Kesempatan Mendapat Jutaan Hingga Ratusan Juta Ada Di SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!