Setnov Gugurkan Sidang Pertama, Ada Apa?

Setnov Gugurkan Sidang Pertama, Ada Apa?

Mendekati sidang pertama kasus korupsi proyek kartu ID-e dengan terdakwa Setya Novanto menimbulkan kejutan. Dua pengacara ketua non-aktif Golkar tersebut, Fredrich Yunadi dan Otto Hasibuan tiba-tiba mundur.

Otto beralasan, tidak ada kesepakatan antara dia dan Setya Novanto. Sementara secara implisit mundur Fredrich karena ada dualisme di kalangan penasihat hukum Setya Novanto. Kini, hanya ada satu konselor hukum, Maqdir Ismail.

Namun, yang dikutip di halaman Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, belum ada penasehat hukum Setya Novanto. Sebagai tanggapan, jaksa penuntut umum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irene Putri bilang, tidak mempertanyakan kekosongan identitas konselor hukum terdakwa Setya Novanto.

Jaksa penuntut yang menangani kasus korupsi senilai Rp 5,9 triliun percaya bahwa Setya Novanto didampingi kuasa hukum pada sidang pertama yang digelar pada Rabu (13/12) pekan depan.

“Nantinya akan ada. Hari pertama yang akan ditanyakan,” kata Irene kepada media, Jumat (8/12).

Pembacaan Dakwaan Akan Terus Berlanjut

Di sisi lain, ahli hukum pidana Muzakir mengatakan pembacaan dakwaan akan berlanjut selama ada kuasa hukum. Demikian pula, Irene, Muzakir mengatakan bantuan hukum kepada terdakwa masih berlaku bertepatan dengan menjelang pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum.

“Pada sidang pertama ada orang yang hadir dan mengusulkan legal standing pada saat dibacakan. Itu yang penting,” kata Muzakir melalui telepon.

Namun, lanjutnya, jika pada saat pembacaan dakwaan terdakwa tidak didampingi kuasa hukum, maka hakim akan menunda persidangan. Hal ini mengacu pada Pasal 203 ayat (3) huruf c dari KUHAP yang berbunyi “Demi kepentingan pembelaan, maka permintaan terdakwa atau pembela, hakim dapat menunda pemeriksaan selama tujuh hari.”

Pengunduran diri dua pengacara ke ketua DPR tersebut tidak ditangani sebagai insiden serius oleh KPK, menjelang persidangan awal. Juru bicara KPK, Febri Diansyah enggan bertanya-tanya apakah potensi sidang pertama ditunda hanya karena tidak ada kuasa hukum kepada terdakwa.

Dia mengatakan, masalah kuasa hukum bukan merupakan domain KPK.

“Penunjukan pengacara atau hubungan pengacara dengan kliennya bukan domain KPK, jadi jika seseorang mundur atau mungkin belum memperoleh surat kuasa atau kuasa tambahan silahkan,” kata Febri saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan, KPK tetap fokus pada persidangan Setya Novanto. Dalam surat pengangkatan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, memerintahkan Jaksa Penuntut Umum di KPK untuk mempersembahkan Setya Novanto.

Kemudian, Febri juga tidak ingin menduga jika pengacara lain itu, Maqdir Ismail mengundurkan diri. Menurut Febri, Novanto tidak menutup kemungkinan menunjuk pengacara lain.

“Tidak perlu bertanya. Bahkan sampai sekarang konselor masih ada mendampinginya. Pun masih ada kemungkinan menunjuk pengacara lain atau memakai dengan pengacara saat ini,” kata Febri.

Baca juga berita terkini lainnya di MerdekaSeo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!