Cerita Nostalgia Jenderal Gatot Nurmantyo

Cerita Nostalgia Jenderal Gatot Nurmantyo

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengunjungi Markas Besar Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur. Kedatangan Gatot untuk mengucapkan selamat tinggal kepada semua prajurit Kopassus karena akan segera pensiun.

Kehadiran Gatot disambut dengan sorak sorai oleh tentara sambil menyanyikan lagu Kopassus. Hal itu terlihat sejak Gatot keluar dari mobilnya untuk masuk Hall of Command Building.

Dalam sambutannya, Gatot bernostalgia masa kecilnya di desa. Menurutnya, sejak masih kecil ibunya selalu berdoa agar dia menjadi tentara TNI untuk Komando Resimen Perbatasan (RPKAD) yang kini menjadi Kopasus.

“Pesan ibu kandung saya, kamu bisa jadi Akabri, tapi harus RPKAD,” katanya di lokasi dengan mata berkaca-kaca, Kamis (7/12).

Gatot awalnya tidak percaya diri. Bagaimana tidak, tubuhnya pada waktu itu sangat kurus. Namun ia mencoba membentuk tubuh ideal sehingga bisa menjadi tentara TNI.

“Namanya anak SMA suka begadang, tubuh saya kurus kering, jadi saat memasuki Akmil saya harus makan pisang, susu sebanyak mungkin. Setelah itu saya masuk, boleh dibilang orientasi paling baru di fisik. lapangan, “katanya.

“Selama empat tahun saya mencoba masuk ke posisi 10 besar. Pasalnya syarat masuk komando masuk harus besar 10. Pas tes dia bilang saya sudah lulus, tapi tidak (lulus),” kata Gatot dengan nada kerendahan hati sambil memegang sedih.

Pesan Sang Ibu yang Menyemangati

Tapi kegagalan itu tidak membuatnya menyerah seperti pesan seorang ibu. Gatot masih berusaha menjadi prajurit terbaik.

“Begitu saya tidak masuk, saya mendapat dendam terhadap Kopasus,” kataku pada ibu saya, “Saya tidak diterima.” Saya mengucapkan selamat tinggal kepada Timor-Leste, ibu saya berkata, ‘Di sana Anda tidak akan kalah dengan RPKAD,’ “Gatot menirukan pesan ibunya.

Belum lama ini dari ceritanya, suaranya terasa berat. Dalam kalimat tersebut disematkan kebanggaan Kopasus.

“Sebagai manusia biasa, saya mohon maaf jika selama memimpin Anda ada kesalahan dan kesalahan, yakinlah bahwa itu karena dan hanya karena cinta dan kebanggaan saya kepada TNI dan bangsa yang hebat ini,” katanya.

“Setiap risiko yang harus saya ambil sebagai komando, maka sejak kelahirannya, pasukan komando ini telah lewat bareng, melewati laut, tebing, cuaca buruk, berat, operasi di daerah terpencil dan terpencil di daerah rawan. Bahkan ketika tantangan tugas antara menang atau kembali akhirat, di dataran tinggi di puncak sebuah gunung, Tidak ada tempat yang membuat Anda takut dan tidak ada tempat untuk bersembunyi untuk kelompok komando, “kata Gatot.

Setelah berpidato, Gatot mengucapkan selamat tinggal kepada semua anggota dengan menyapa satu persatu anggota. Belum lama ini, Gatot dibawa oleh tentara Kopassus ke kendaraan resminya yang terletak sekitar 200 meter.

Saat itulah mata sang jenderal mulai menangis.

Baca juga berita terkini lainnya di MerdekaSeo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!