SISWI SMP DIPERKOSA SAAT ORANG TUANYA BEKERJA DILUAR

SISWI SMP DIPERKOSA SAAT ORANG TUANYA BEKERJA DILUAR NEGRI

SISWI SMP DIPERKOSA SAAT ORANG TUANYA BEKERJA DILUAR NEGRI –  Gadis belia yang masih duduk di bangku kelas I SMP di Kabupaten Luwu menjadi korban perkosaan oleh 21 pemuda. Peristiwa keji itu terjadi lima bulan lalu, tepatnya Juni 2017 saat bulan Ramadan.

Kasus ini dilaporkan oleh nenek korban ke Polres Luwu, 11 Oktober lalu. Sejak saat itu, polisi mengejar para pelaku dan telah tertangkap 14 orang. Tujuh orang di antaranya masih buron termasuk Dk. Salah seorang pemuda yang diduga pemicu tindak perkosaan dan memanggil puluhan rekan lainnya untuk turut melakukan hal serupa.

Kapolres Luwu, AKBP Ahmad Yanuari Insan yang dikonfirmasi via ponselnya. Menjelaskan kedua orang tua korban ini adalah Tenaga Kerja Indonesia di negeri jiran Malaysia. Sehingga dititipkan ke neneknya yang berdiam di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.

Peristiwa perkosaan itu sendiri terjadi di bulan Ramadan lalu, selepas korban salat tarawih. Malam itu, gadis Sna pulang sendiri. Dalam perjalanan pulang itu, dia bertemu dengan remaja laki-laku berinisial Dk yang tengah berkumpul dengan teman-temannya di pinggir jalan.

Hubungan antara Dk yang usianya diperkirakan beberapa tahun di atas usia Sna, dalam bahasa anak-anak sekarang ada cinta-cinta monyet. Sna termakan bujuk rayu dan mau diajak pergi memisahkan diri dari kelompok pemuda lainnya. Mereka ke pinggir sungai. Di situ, Dk menyetubuhi Sna. Usai mengerjai Sna, kata AKBP Ahmad Yanuari Insan, Dk menelpon teman-temannya yang lain dan mengajaknya melakukan hal serupa.

Total pelaku, kata Kapolres Luwu ini, sebanyak 21 orang. Mereka adalah kelompok pemuda yang kerap nongkrong di tempat-tempat tertentu untuk menenggak ballo, sejenis minuman keras khas di daerah itu.

Setelah menerima laporan dari keluarga korban, tambahnya, langsung dilakukan visum terhadap korban, kemudian diambil keterangan untuk penyelidikan. Dicari tahu kejadiannya bagaimana dan setelah mendapatkan fakta-fakta lapangan, langsung dilakukan pengejaran.

Sementara ini, tambahnya, kasus ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Luwu dan Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Luwu. Hasil pemeriksaan, korban Sna negatif dari kehamilan pasca perkosaan, tetapi saat ini masih diteliti kondisi psikologisnya.

Cumapoker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!