Berbagai Cerita Unik Pengungsi Gunung Agung

Berbagai Cerita Unik Pengungsi Gunung Agung

Berdasarkan laporan dari masing-masing daerah tempat kamp pengungsian tercatat, lebih dari 30.000 orang mengungsi akibat letusan Gunung Agung, Bali. Dari jumlah tersebut, ada berbagai cerita berawal dari cerita seorang suami bingung mencari istri dan anak-anak untuk pengungsi yang dilarikan ke rumah sakit karena mereka ingin melahirkan.

“Di Kabupaten Klungkung ada yang melaporkan 70 orang memasuki ruang gawat darurat RSUD Klungkung, dimana 35 orang terpaksa dirawat di rumah sakit,” kata seorang pengungsi di Kabupaten Klungkung, Alit, Minggu (24/9).

Tidak hanya itu, ada enam bayi yang lahir dari kemarin sampai sekarang. “Data ibu yang melahirkan belum tercatat oleh kami,” kata Alit, yang lahir di puskesmas terdekat dan lima orang di rumah sakit.

Cerita lain tentang Ketut Merta (35) dari Dusun Keladian Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem. Ia terpaksa melapor ke polisi karena Rendang kehilangan istri dan dua anaknya.

Merta Bercerita Penyebab Anak Istrinya Terpisah

Dari informasi petugas kepolisian di Rendang, pria ini tadi malam membawa bantuan sedikit kelengkapan dengan istrinya. Made Sasih (30) dan anak perempuannya Ni Wayan Wulandari (6) dan Ni Kadek Ratih (2).

Karena ibu ditinggalkan di rumah, maka isteri dan kedua putrinya tersebut tertinggal di pinggir jalan dusun Kubakal tak jauh dari desa asalnya. Tapi setelah menjemput ibunya menemukan istrinya dan anaknya tidak ada di sana. Panik dengan ibunya ke semua pos di Karangasem.

Tapi sampai pagi tanpa tidur terus mencari tidak ditemukan juga. Ia langsung melapor ke Rendang Polisi.

“Setelah dikoordinasikan ke semua kamp pengungsian yang ada, kami menemukan sore ini di Dusun Kebon, Kajian Desa Bangli,” jelas anggota Polsek Rendang.

Merta mengatakan via SMS kepada wartawan, dia sekarang sangat bersyukur bisa berjumpa berkumpul kembali.

“Syukurlah pak sekarang kita sudah berkumpul lagi,” jawabnya via SMS.

Dia mengatakan pada saat itu istri dan kedua anaknya diangkut oleh kendaraan pengungsian. Panik dan takut gunung berapi yang naik, istrinya terpaksa naik mobil segerombolan. Dan meninggalkannya yang sedang menjemput orang tua di dalam rumah.

Baca juga berita terkini lainnya di MerdekaSeo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!