Ayah Ketahuan Memperkosa Anaknya Setelah Kejadian Ini

Ayah Ketahuan Memperkosa Anaknya Setelah Kejadian Ini

Pelaku kecabulan ditangkap oleh Polda Metro Jakarta Selatan. Pria berinisia S (51), warga Bintaro, Jakarta Selatan, memperkosa anak kandungnya berinisial FR (13).

“Tersangka kami ditangkap di Lapangan Dharmawangsa pada 15 September karena pekerjaannya sebagai pekerja bangunan,” kata Polres Metro Reskrim Pidana Jakarta Selatan, AKBP Bismo Teguh Prakoso, Rabu (20/09/2017).

S mengaku bahwa dia mencabuli anaknya yang terakhir dari keempat bersaudara tersebut dua kali. Pertama pada bulan Agustus 2017, pukul 2 pagi, S memasuki ruangan FR.

Dia memberi anaknya Rp 100.000 dan air dalam botol yang membuat anak lemah. S kemudian memperkosanya. Tidak hanya saat itu, beberapa hari kemudian, S mengulangi tindakannya.

Kemaluan Adik Tersenggol Kakaknya, dan Kebenaran Sebenarnya Pun Terungkap

Kejahatan ini terungkap saat kakaknya bocah FR berusia 21 tahun itu tanpa sengaja menyenggol genital FR dan FR yang menjerit kesakitan.

Saudara laki-laki FR langsung mencurigai adiknya diperkosa ayahnya, karena dia juga telah menjadi korban kebobrokan ayahnya. Kakaknya FR juga mengeluh kepada ibu mereka.

FR kemudian dibawa ke kantor polisi dan Rumah Sakit Fatmawati untuk divisum. Tidak lama kemudian, S ditangkap di tempatnya bekerja dan mengaku atas tindakannya.

“Dia melakukan ini karena gairah, dia punya istri, dia juga punya wanita idaman lain,” kata Bismo.

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nunu Suparmi mengatakan, Sumadi sering menggunakan ancaman kekerasan sehingga kejahatannya tidak diungkapkan oleh korban.

“Selain memberi iming iming uang Rp 100.000 dia juga mengancam akan membunuh anaknya jika dia memberi tahu siapapun,” kata Nunu.

Nunu mengatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak-anak di DKI Jakarta untuk memulihkan trauma FR yang menderita epilepsi dan tidak bersekolah.

“Kami mendapatkan psikiater untuk penyembuhan trauma,” kata Nunu.

S tunduk pada Pasal 76D bersamaan dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman 5 sampai 15 tahun penjara.

Baca juga berita terkini lainnya di MerdekaSeo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!