KAKEK ASAL BANGLI DITUNTUT KARENA MENGHAMILI CUCU SENDIRI

KAKEK ASAL BANGLI DITUNTUT 15 TAHUN PENJARA KARENA MENGHAMILI CUCU SENDIRI

Cumapoker – Masih ingat kasus seorang kakek di Bangli yang menyetubuhi cucunya beberapa bulan lalu? Setelah keduanya diasingkan dari desa adat, Jro Dindin (60), memasuki ruang sidang.

Sidang tertutup ini digelar di Pengadilan Negeri Bangli, dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Terdakwa mengaku menyetubuhi cucunya lantaran berdalih dari pawisik roh gaib dituntut JPU 15 tahun penjara.

Saat dibacakan tuntutan, kakek asal Banjar Bukit Sari, Desa Undisan Kelod Tembuku, ini baru mengaku menyesal dan pasrah.

Bahkan dari mulut terdakwa mengaku selama ditahan sempat beberapa kali dijemput anaknya. “Kalau istri saya belum pernah sekali pun menjenguk, kalau anak sempat beberapa kali menjenguk,” akunya.

Bahkan dia mengaku kalau cucunya sudah melahirkan. Karena saat ketahuan sudah hamil 5 bulan dan selama proses di polisi hingga di kejaksaan berjalan 4 bulan.

Sementara dalam sidang yang dipimpin ketua Majelis Hakim Anak Agung Putra Wiratjaya SH, dalam tuntutannya jaksa penuntut umum (JPU). Ni putu erik Sumyanti mengatakan, terdakwa I Made Nadiana alias Jro Dindin telah terbukti. Bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadal anak di bawah umur. Saat persetubuhan terjadi korban yang merupakan cucunya berumur 14 tahun.

Sebagaimana diantur dan diancam pidana dalam pasal 81 ayat (3) Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sementara hal-hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan selama menjalani persidangan serta menyesali perbuatannya dan terdakwa belum pernah dihukum. Berdasarkan uraian di atas JPU memperhatikan ketentuan Undang-undang menuntut pidana. Penjara 15 tahun dikurangi dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Seperti diberitakan sebelumnya aksi bejat terdakwa berawal korban Ni Luh RP. Sedang nonton TV sambil tidur-tiduran di ruang tamu. Tiba-tiba terdakwa memeluk NI Luh RP dari samping dengan posisi kaki terdakwa berada di atas paha Ni LUH RP.  Perbuatan ini dilakukan lebih dari sekali. Akibat perbuatan terdakwa korban yang masih berusia (14) hamil dan kini telah melahirkan seorang putri.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!