DJAROT AKAN PECAT GURU YANG KIRIM GAMBAR PORNO KE MURID

GURU AKAN PECAT GURU YANG MENGIRIM GAMBAR PORNO KE MURID

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat geram usai mendapatkan laporan adanya guru yang mengirim konten porno ke peserta didiknya. Untuk itu dia meminta agar guru di kawasan Jakarta Utara tersebut segera ditindak tegas, bahkan jika perlu dipecat.

Namun, Djarot mengingatkan, tidak perlu memberikan sanksi kepada semua guru di sekolah tersebut. Sebab belum tentu mereka mengetahui adanya kelakuan guru yang mengirimkan konten porno.

Menurut Hendy, dari hasil penyelidikan guru tersebut melakukan komunikasi melalui media sosial Line dengan mengirim gambar-gambar yang fulgar kepada muridnya.

“Prinsipnya berikan sanksi tegas pada oknum guru itu, sekali lagi oknum guru itu ya tangkap. Sudah ketangkap ini tikusnya tapi jangan bakar rumahnya karena hanya oknum guru. Jangan korbankan lembaga pendidikannya. Jangan korbankan siswa-siswanya, jangan korbankan guru-guru yang jauh lebih banyak yang masih baik,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta.

Mantan Wali Kota Blitar ini mengungkapkan, masih banyak guru yang siap mengabdikan dirinya bagi siswa-siswanya. Dan dia mengingatkan, profesi guru adalah pekerjaan yang sangat mulai.

“Ia (guru) digugu dan ditiru, dia harus bisa menjadi teladan. Oleh seperti itu, bibit seperti itu harus dipotong kalau itu PNS, maka tanpa ampun pasti akan kita pecat,” tegas Djarot.

Sebelumnya, seorang guru SMA swasta di kawasan Jakarta Utara bernama Tri Sutrisno diamankan jajaran Jatanras Polda Metro Jaya. Guru tersebut diamankan setelah melakukan tindakan pidana kesusilaan pornografi terhadap murid murid didiknya sendiri.

“Kita menangkap pelaku berdasarkan laporan adanya guru mengirim gambar porno ke beberapa murid sekolah. Hal itu berdasarkan laporan LP Nomor LP/672/VIII/2017/PMJ/Dit Reskrimum, Tanggal sepuluh Agustus 2017,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy.

Menurut Hendy, pelaku merupakan guru Bahasa Inggris sekaligus wali kelas IX di sekolah swasta yang berada di Jakarta Utara. Dari hasil penyelidikan guru tersebut melakukan komunikasi melalui media sosial Line dengan mengirim gambar-gambar yang fulgar kepada muridnya itu sendiri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!