Joya, Teknisi Ampli Masjid Dibakar Hidup-hidup

Joya, Teknisi Ampli Masjid Dibakar Hidup-hidup

Air mata telah mengering di pipi Siti Jubaida, istri pria yang dituduh mencuri di musala Kampung Cabang Empat, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Perempuan 25 tahun itu masih tidak percaya dengan kabar yang didengarnya, sang suami pencuri amplifier. Tak pernah terbersit di benaknya untuk berburuk sangka kepada M Alzahra alias Joya (30).

Pria yang tewas dihakimi massa itu dikenalnya sebagai sosok taat beribadah. Dia masih tidak percaya sang suami tewas dengan cara yang sadis, dibakar hidup-hidup karena tudingan mencuri amplifier musala.

“Orang-orang itu benar-benar tidak punya hati. Mau salah atau tidak, suami saya tidak seharusnya diperlakukan seperti itu,” ujar Siti, Jumat (04/08).

Seorang pemilik toko di Pasar Muara Bakti, Noval, yang menyaksikan kejadian pembakaran tersebut mengatakan Joya sempat berteriak bahwa dia tidak bersalah.

“Dia (pelaku) bilang kalau nggak maling. ‘Saya enggak maling’ dia seringnya bilang itu,” ujar Noval, Jumat (4/8/2017).

Namun, ucapan Joya tidak dipercayai massa. Massa tetap menghakimi MA berulang kali. Di tengah massa yang menghakimi Joya, kata Noval, terdengar suara orang menimpali “maling mana ada mau ngaku”.

Ada Warga yang Berteriak Minta Membakar Korban

Kemudian ada juga yang membuat suasana semakin panas dengan mengajak membakar Joya.

“Banyak juga warga yang teriak ‘bakar aja, bakar aja.’ Sempat ada yang mau amanin tapi kalah jumlah,” kata Noval.

Zoya yang tak berdaya itu dianiaya secara sadis oleh ratusan massa. Disaksikan massa dari anak-anak sampai orang dewasa, Zoya dikepruk kepalanya, ditelanjangi, diseret, disiram bensin lalu dibakar hidup-hidup. Tak ada rasa kasihan sedikitpun di antara massa sore itu. Sebagian warga asyik mengabadikan momen pembantaian itu dari smartphone.

Dalam video yang beredar, Zoya yang merintih bersimbah darah setelah dikepruk kepalanya, mengiba kepada massa: “Pak, tolong saya pak, kasihan saya pak. Istri saya lagi hamil 6 bulan Pak. Jangan bunuh saya Pak..”

Tapi warga makin beringas, kepala Zoya dikepruk pakai balok bata hingga banjir darah dan sekarat. Tak puas, massa meneriakkan yel-yel untuk menyemangati penganiayaan.  Mereka berteriak: bakar..!!! bakar..!!! Zoya yang lunglai bersimbah darah tanpa busana pun diseret.

Sebelumnya, seorang marbot Musala Al-Hidayah menaruh curiga pada Joya karena pengeras suara di tempat ibadah tersebut raib setelah kepergiannya. Joya diduga mencuri pengeras suara tersebut dan dan diangkut menggunakan motornya.

Saat dikejar dan berpapasan dengan marbot musala, Joya lari dan meninggalkan motornya. Warga kemudian menggejar Joya dan terjadilah peristiwa main hakim sendiri itu. Joya dimakamkan Rabu 2 Agustus 2017 sore di TPU Kedongdong, BTN Buni Asih Kongsi, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Hingga kemarin, sejumlah akun Facebook yang menyebut terjadi salah sasaran dalam kasus penganiayaan hingga pembakaran terhadap maling ampli di Babelan, itu sudah viral hingga 2.145. Akun Bobby Brandkill Merch meraup like FB sebanyak 4.514 dan mendapat respon komentar sebanyak 594 hingga pukul 19.32, kemarin.

Bahkan banyak oknum mengatasnamakan keluarga dan istri Zoya menyebar broadcast mencantumkan rekening untuk melakukan penggalangan dana. Padahal keluarga sama sekali tidak tahu-menahu dan tidak mengenal mereka.

Baca juga berita terkini lainnya di MerdekaSeo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!