Gerindra Minta Viktor Laiskodat Minta Maaf

Gerindra Minta Viktor Laiskodat Minta Maaf

Wakil ketua umum Gerindra, Ferry Juliantono menyatakan pihaknya menantikan sikap ketua Fraksi NasDem di DPR, Viktor Laiskodat untuk meminta maaf atas pidatonya yang menyebut Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat mendukung kelompok radikal. Viktor juga menyebut empat partai politik tersebut berkeinginan mendirikan negara khilafah.

“Partai Gerindra tetap tenang kemudian menempuh prosedur hukum dan saya rasa semakin cepat sahabat saya saudara victor L menyampaikan permohonan maaf menurut saya jauh lebih baik,” ujar Ferry, Sabtu (5/8).

Dia menuturkan, selama Viktor beritikad baik untuk mengklarifikasi pernyataannya tersebut dan segera meminta maaf, partai politik asuhan Prabowo Subianto itu membuka pintu untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Sebaiknya, sambung Ferry, Partai Nasdem bisa mengambil sikap tegas terkait pernyataan Viktor yang menuding empat partai politik mendukung khilafah. Sebab, ia khawatir pernyataan Viktor ini malah menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

“Harusnya bukan malah dibela karena ini yang saya takutkan. Sudah salah tapi dibela akhirnya akan menimbulkan demonstrasi besar-besaran,” ucap Ferry.

Gerindra Bakal Tempuh Jalur Hukum Jika Viktor Tidak Minta Maaf

Rencananya, Lembaga Advokasi Hukum DPP Partai Gerindra akan melaporkan Victor Laiskodat ke Bareskriim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat siang Pelaporan dengan pasal pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Partai Gerindra.

Selain melapor ke polisi atas dugaan tindak pidana UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Gerindra kata Ferry juga bisa melaporkan Viktor ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

“Saya rasa sih beberapa teman-teman akan melaporkan ke MKD. (Laporan) MKD itu bisa berasal dari fraksi, tapi juga bisa berasal masyarakat,” ujar Ferry.

Menurut Ferry, Viktor dapat menghadapi masalah hukum yang sama dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Pandangan terhadap pemahaman tentang khilafah itu kan, apalagi Pak Viktor berbeda agama dengan obyek pembahasan. Hampir mirip dengan Pak Basuki Tjahaja Purnama yang bicara tentang Al Maidah, memasuki wilayah, ranah yang bukan kapasitasnya,” ujar Viktor.

“Sama seperti Ahok, keyakinan dan agamanya beda dengan ranah yang dibicarakan. Itu kan berbeda, nggak pas menurut saya,” sambung dia.

Untuk diketahui, beredar di media sosial orasi Ketua Fraksi Partai NasDem. Victor Bungtilu Laiskodat yang mengatakan ada sebagian kelompok yang ingin membuat negara khilafah. Celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga.

Yang dukung supaya kelompok ekstrimis ini tumbuh berkembang di NTT partai nomor satu Gerindra, kedua Demrokrat, PKS dan PAN. Situasi nasional partai ini mendukung kaum intoleran.

Oleh sebab itu dia mengajak masyarakat di NTT menolak kelompok tersebut dan menyarankan masyarakat untuk bisa memberikan tindakan tegas, terhadap kelompok yang anti terhadap Pancasila ini.

Baca juga berita terkini lainnya di MerdekaSeo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!