Pabrik Renault dan Nissan Terjangkit Ransomware

Pabrik Renault dan Nissan Terjangkit Ransomware

Pada akhir pekan kemarin, perusahaan-perusahaan di beberapa negara dikagetkan dengan serangan hacker lewat sebuah malware yang dikenal dengan Ransomware. Ransomware mengunci lebih dari 100.000 komputer dan membuat pemilik komputer harus membayar USD300-USD600 dengan bitcoin jika ingin datanya selamat. Di samping itu juga memberikan deadline waktu terakhir pembayaran dan waktu di mana denda tebusan bisa naik jika belum dibayar juga.

Pabrik Renault di Sandouville di Perancis barat adalah salah satu pabrik yang menghentikan produksi. Namun juru bicara itu menolak untuk menjabarkan detail situs-situs yang terkena dampak.

“Seperti banyak organisasi lainnya, pabrik kami di Inggris mengalami serangan-ransomware yang mempengaruhi beberapa sistem kami pada hari Jumat malam,” kata seorang juru bicara Renault. “Tim kami sedang berusaha menyelesaikan masalah ini.”

Laporan menyebut produsen mobil Prancis Renault menghentikan produksi di beberapa lokasi untuk mencegah penyebaran serangan siber global yang menimpa sistem komputernya.

Nissan Harus Berhenti Sementara Akibat Terserang Malware

Tak hanya Renault, pabrikan satu aliansinya, Nissan, ternyata juga bernasib sama. Pabrik di Sunderland, Inggris, terpaksa harus berhenti dari segala aktivitas akibat serangan siber yang sama.

Tercatat sudah lebih 100 negara yang mengumumkan terkena dampak Ransomware-WannaCry. Serangan siber masif yang dilakukan oleh hacker ini begitu masif dan terencana. Mereka meminta tebusan uang agar data yang telah terenkripsi ransomware dapat diselamatkan. Ibaratnya data korban disandera dan perlu menebus agar selamat. Serangan ini mulai terjadi Jumat malam lalu dan telah menjangkiti ratusan ribu komputer dengan sistem operasi Windows di seluruh dunia.

Ransomwaresering disebut sebagai program jahat komputer yang menyandera dokumen korban dengan algoritma enkripsi khusus. Setiap dokumen yang terkunci oleh peranti lunak ini hanya bisa diakses dengan cara memasukkan kode unik (atau semacam passcode) untuk membuka enkripsinya.

Nah, kode unik itu hanya dimiliki oleh pihak yang membuat ransomware. Setelah pihak pembuat ransomware menerima uang tebusan baru akan diberikan kode unik tersebut untuk membuka kunci enkripsi.

Toyota Indonesia sendiri sudah melakukan antisipasi untuk mencegah sistem IT dibobor rannsomware WannaCry tersebut.

General Manager External Affairs Division Head TMMIN Teguh Trihono mengungkapkan bahwa sejak Sabtu (13/5), pihaknya sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh karyawan untuk melakukan langkah antisipasi serangan ransomware-WannaCry.

“Kami sudah ada imbauan dari tim IT jadi hari ini produksi seperti biasa. So far, tidak ada (infeksi raansomware WannaCry), semua jalan; operation, production, dan administrasi (jalan seperti biasa),” tutur Teguh.

Baca juga berita terkini lainnya di MerdekaSeo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!