Tidak Banyak Kata, Ahok Datangi Rumah Nenek Hindun

Cagub petahana Basuki Tjahaja Purnama pagi ini mengunjungi rumah nenek Hindun (alamarhum) yang berlokasi di Jalan Karet Setiabudi, Jakarta Selatan. Nenek Hindun adalah warga Jakarta yang jenazahnya ditelantarkan warga lantaran mencoblos Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta putaran pertama.

Ahok tiba sekitar pukul 09.15 WIB dan langsung masuk ke rumah Nenek Hindun. Ahok diterima oleh keluarga nenek Hindun dan langsung masuk ke dalam rumah. Ahok mengaku mendengarkan keluh kesah keluarga Nenek Hindun.

Ahok datang sekitar pukul 09.12 WIB. Dengan mengenakan kemeja putih, Ahok datang hanya didampingi oleh ajudannya.

Sebelum masuk ke gang sempit rumah kediaman almarhum Nenek Hindun, Ahok sempat berbincang sejenak dengan warga. Pertemuan antara Ahok dan pihak keluarga Nenek Hindun sendiri dilangsungkan secara tertutup. Awak media hanya diberi waktu sebentar untuk mengambil gambar kedatangan Ahok. Terlihat, mantan Bupati Belitung Timur itu duduk bersila dan berbincang dengan anggota keluarga Nenek Hindun.

Tidak Banyak Kata, Ahok Datangi Rumah Nenek Hindun

Eks Bupati Belitung Timur itu berbincang dengan keluarga di ruang tamu dan hanya beralaskan tikar. Mereka membicarakan mengenai kronologis kejadian yang menimpa nenek tersebut.

Peristiwa tersebut diceritakan oleh Neneng yang merupakan anak dari nenek yang memilih pasangan Ahok-Djarot. Ia menceritakan jika keluarga sempat mengharapkan jika janazah disalatkan di musala.

Akan tetapi permintaan tersebut justru mendapatkan penolakan ustaz. Hal tersebut lantaran tak ada orang yang saat itu berada di musala sehingga tak bisa disholatkan.

“Kata pak ustaznya, percuma enggak ada orang di sini,” ujar anak pertama nenek Hindun, Sudarsih menirukan pernyataan Neneng, Jumat (10/3). Neneng merupakan anak bungsu Hindun yang minta izin ke ustaz musala tersebut.

Neneng, imbuh Sudarsih, merasa ada yang janggal atas penolakan tersebut. Sebab, keluarga mereka sebelumnya tak pernah ditolak ketika ingin mensalatkan jenazah di musala tersebut. Hindun meninggal Selasa (7/3) siang lalu.

Menurut Sudarsih, keluarga menduga penolakan tersebut merupakan buntut dari pencoblosan Pilgub DKI Jakarta pada putaran pertama lalu. Saat itu, Hindun yang tidak bisa berjalan disambangi oleh petugas TPS, beberapa saksi dan KPPS.

Kunjungan Ahok ke rumah Hindun hanya sekitar 30 menit. Rencananya, calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Djarot Saiful Hidayat, juga akan menghadiri tahlilan tujuh hari meninggalnya Hindun pada Senin malam.

Baca juga berita terkini lainnya di Merdekaseo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!