Gubernur Bank Indonesia (BI) Menghimbau Pasangan Anies-Sandi Agar Tidak Menyalahi Aturan

Gubernur Bank Indonesia (BI) Menghimbau Pasangan Anies-Sandi Agar Tidak Menyalahi Aturan

Gubernur Bank Indonesia (BI) menghimbau pasangan Anies-Sandi agar tidak meyalahi aturan.  Hal tersebut disampaikan Agus terkait program Anies yang menyebutkan bahwa akan melakukan program rumah DP 0%.

Agus sebelumnya menyatakan, program itu menyalahi aturan DP kredit pemilikan rumah (KPR) sebagaimana tertuang dalam Peraturan BI (PBI) No. 18/16/PBI/2016 tentang Rasio Loan to Value untuk kredit properti.

Dalam aturan itu dijelaskan, DP yang harus dibayarkan dari jenis rumah yang diakusisi, minimal 15 persen.

Namun kata Anies, aturan tersebut tak berlaku, jika kebijakan rumah tanpa DP merupakan program pemerintah daerah (pemda).

“Tidak menyalahi aturan, jika itu termasuk dalam program pemerintah daerah,” ujar Anies. Namun Anies menepis. Ia meminta semua pihak tidak salah persepsi terhadap program itu. Sebab yang dimaksud bukan DP nol persen, tetapi DP nol rupiah.

“Bukan nol persen, enggak ada DP nol persen. DP nol rupiah, Kalau DP nol persen enggak boleh,” ujar Anies.

Anies menjelaskan, selama ini, yang menjadi kesulitan warga adalah membayar DP yang nilainya cukup besar secara langsung diawal atau dimuka sesuai ketentuan jumlah yang ditentukan.

Anies mengatakan, konsep program DP nol rupiah ini berbeda, yakni tidak membayar DP secara langsung saat pertama. Namun, pemohon kredit rumah harus melalui tahapan menabung selama 6 bulan di Bank DKI Jakarta sesuai dengan kesepakatan dan kesanggupan pihak pemohon dengan bank (atau nilai rumah yang mau dikreditkan).

“Bukan nol persen tapi enggak bayar, nol rupiah, atau tanpa DP. Persen itu kalau ada cicilan. Cicilannya berapa persen. Kalau DP ada bunganya dong. Nol rupiah tanpa DP,” ucapnya.

Penjabaran mantan mendikbud ini juga untuk meluruskan kesalahpahaman di masyarakat. Sebab, banyak yang mengartikannya sebagai DP nol persen. Padahal yang dimaksud dalam program pasangan calon nomor 3 ini adalah nol rupiah.

“Bukan nol persen, tapi DP-nya nol rupiah. Makanya, itu si debitur harus mengumpulkan dana sekitar enam bulan untuk DP tersebut,” papar Anies.

Kunjungi website resmi kami di merdekaseo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!