Ketua Ormas Berjanji Akan Menjalani Aksi 112 Dengan Aman Dan Kondusif

Ketua Ormas Berjanji Akan Menjalani Aksi 112 Dengan Aman Dan Kondusif

Ketua ormas berjanji akan menjalani aksi 112 dengan aman dan kondusif. Hal tersebut dikatakan saat Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) bertemu dengan para ormas yang ikut melaksanakan aksi 112.

Wiranto menjelaskan pertemuan itu membuahkan satu pemahaman antara pemerintah dengan para pimpinan ormas yang akan menggelar aksi. Dia mempersilahkan aksi 112 dengan syarat tidak menggangu kegiatan masyarakat.

“Jangan sampai kegiatan-kegiatan dari kelompok, ormas, manapun, mengganggu kegiatan masyarakat, tidak mengusik ketenteraman dan ketenangan masyarakat dalam rangka melakukan suatu pemilihan kepala daerah,” kata Wiranto.

Wiranto menganggap komitmen itu yang paling diutamakan saat melaksanakan aksi 112. Masyarakat yang akan ikut dalam aksi juga harus memahami kesepakatan ini.

Mantan Ketua Umum Partai Hanura ini juga akan memantau jalannya aksi 112 besok. Sebagai penanggung jawab, Wiranto akan segera merespon bila ada hal yang melanggar kesepakatan dan aturan hukum.

“Setiap informasi yang saya terima, yang kira-kira kecenderungannya akan mengganggu ketertiban, keamanan dan ketenangan masyarkaat, pasti saya, sebagai penanggung jawab bidang polhukam, pasti akan memberikan suatu respon,” tutup Wiranto.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Ma’ruf Amien, meminta umat Islam khususnya yang berada di Banten agar tidak mengikuti aksi tersebut di Jakarta.

“Terkait demonstrasi 112, itu sudah ada kesepakatan antara KPU, Bawaslu, Polri dan TNI. Saya instruksikan kepada warga NU tidak ke Jakarta, cukup di sini saja. Ikuti Pilgub Banten,”  ujarnya.

Ma’ruf Amin yang juga Ketua MUI ini meminta agar seluruh masyarakat Indonesia sama-sama menjaga empat pilar kebangsaan, yakni UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Kita punya kewajiban menjaga negara dari ancaman radikalisme, separatisme. Kita harus menjaga empat pilar kebangsaan,” ucap dia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan dari Forum Umat Islam (FUI) terkait kegiatan tersebut. Namun, polisi tak memberikan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

Kunjungi website resmi kami di merdekaseo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!