Anggota Komisi VII DPR Ribut Dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Chappy Hakim Saat Rapat

Anggota Komisi VII DPR Ribut Dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Chappy Hakim Saat Rapat

Anggota Komisi VII DPR ribut dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Chappy Hakim saat rapat. Dalam rapat tersebut dibahas mengenai penambahan pembangunan smelter.

Bermula saat Chappy mengeluarkan ancaman usai Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan puluhan perusahaan tambang yang ada di Indonesia. Rapat tersebut berlangsung, Kamis, 9 Februari 2017. “Awas Kamu! Tunjukkan di mana saya tidak konsisten?” ungkap Chappy Hakim sambil menunjuk ke dada Mukhtar Tompo.

Bos Freeport Indonesia ini merasa tersinggung atas pernyataan penutup yang disampaikan Mukhtar Tompo dalam rapat tersebut. Dalam pernyataan penutupnya, Mukhtar menyatakan bahwa jawaban Dirut Freeport terkesan bertele-tele bahkan bias, dari pertanyaan para anggota Komisi VII.

Anggota Komisi VII ini mengingatkan sejumlah kesimpulan rapat tersebut. Beberapa kesimpulan rapat tersebut, antara lain, meminta Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara bersikap tegas terhadap PT Freeport Indonesia terkait realisasi pembangungan pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter).

Mukhtar mengatakan yang ia sampaikan dalam rapat sebagai hal yang wajar. ia meminta penjelasan agar publik tidak bias. Apalagi pembangunan smelter diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara.

Selama beberapa kali mengadakan rapat dengan PT. Freeport, anggota dewan mendapat penjelasan pembangunan smelter sudah 30 persen sehingga izin ekspor diperpanjang terus. Namun, belakangan perusahaan itu menyatakan tidak dapat membangun smelter.

“Sudah emapt kali diperpanjang karena niat baiknya ada. Ternyata terakhir jawabannya adalah tidak bisa lagi membangun smelter di Papua, terus dimana?” ucap Mukhtar.

Mukhtar yang berasal dari Fraksi Partai Hanura menyatakan akan berkonsultasi dengan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang untuk menempuh jalur hukum. Ia merasa Chappy telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan.

Sementara itu, Chappy angkat bicara mengenai insiden tersebut. Chappy menjelaskan insiden terjadi seusai rapat kerja Komisi VII dan sembilan perusahaan tambang lainnya, termasuk Freeport, yang berjalan kondusif. Dan dia menyebut tidak ada aksi pemukulan terhadap Anggota Komisi VII DPR tersebut.

Kunjungi website resmi kami di merdekaseo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!