Basuki Tjahaja Purnama Kembali Menjalani Sidang Kasus Dugaan Penistaan Agama

Basuki Tjahaja Purnama Kembali Menjalani Sidang Kasus Dugaan Penistaan Agama

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menjalani sidang kasus dugaan penistaan agama yang dialaminya. Sidang tersebut berlangsung selama 11 jam yang dimulai dari jam 09.00 WIB.

Sidang Ahok dilaksanakan di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan). Sidang keempat Ahok hari ini dipimpin Ketua Dwiarso Budi Santiarto dengan empat anggotanya. JPU juga hadir dengan kekuatan penuh yang berjumlah 13 anggota. JPU diketuai oleh Ali Mukartono.

Saksi-saksi yang dihadirkan oleh JPU adalah saksi pelapor yang kebanyakan dari Front Pembela Islam (FPI). Seperti, Novel Chaidir Hasan Bamukmin, Muchsin pimpinan FPI DKI Jakarta dan Gus Joy Setiawan.

JPU sebenarnya menyediakan enam orang saksi. Akan tetapi, yang hadir hanya empat orang. Adapun dua saksi lain yang tidak hadir di persidangan Ahok, yakni Muh. Burhanudin dan Nandi Naksabandi.

Dalam kesaksiannya, Novel sempat meminta kepada majelis hakim supaya menahan Ahok. Ia bahkan menyerahkan surat agar Ahok segera ditahan.

Menurut Ahok saksi yang dihadirkan JPU semua tidak benar. “Kita menemukan adanya saksi yang bukan advokat tetapi mengaku advokat, dia tidak pernah disumpah (sebagai advokat), namanya Gus Joy,” ujar Ahok.

Selain itu, sambung Ahok, Gus Joy juga mengaku sebagai pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Yudhoyono – Sylviana Murni.

Menurut Ahok, hampir semua saksi yang dihadirkan dalam sidang kali ini tidak menggunakan video pidatonya di Kepulauan Seribu secara utuh. Yang digunakan hanyalah penggalan video berdurasi 13 detik.

Sementara itu, Ahok menyindir Sekretaris Jenderal DPD FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin. Novel, yang disebut bekerja di restoran asal Amerika, Pizza Hut, dinilai Ahok menyamarkan nama tempat kerjanya.

Novel menulis di BAP pernah bekerja tahun 1992-1995 di Pizza Hut, tetapi Novel menulisnya dengan “Fitsa Hats”.

Ahok menilai Novel enggan mengungkap jelas tempat kerjanya karena malu dipimpin oleh pemimpin yang tidak seiman dengannya. “Ya, saya kira mungkin dia malu karena dia mempunyai pandangan tidak boleh dipimpin oleh orang kafir, yang beda iman,” ujar Ahok.

Kunjungi website resmi kami di merdekaseo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!