Habib Novel menggugat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) seharga Rp 204 juta

Habib Novel menggugat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) seharga Rp 204 juta.

Habib Novel menggugat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) seharga Rp 204 juta. Terkait gugatan tersebut, Ahok menanggapi dengan santai. Menurutnya, jika sidang kasus penistaan agama surah Al Maidah 51 digelar, maka seluruh media harus meliput langsung. Sehingga masyarakat langsung bisa menyaksikan proses persidangan.

Seperti diketahui, kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama telah diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Dalam waktu dekat, persidangan akan segera digelar dan pria yang akrab dipanggil Ahok tersebut akan dinaikkan statusnya menjadi terdakwa.

Tak hanya mendapatkan ancaman hukuman enam tahun penjara, pria yang akrab disapa Ahok itu juga mendapatkan gugatan baru, yakni kerugian material sebesar Rp 204 juta. Gugatan perdata itu baru saja diajukan melalui PN Jakarta Utara. Yang menggugatnya adalah Habib Novel Bamukmin.

Habib Novel menggugat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) seharga Rp 204 juta.

“Dalam KUHP diatur bahwa jika seseorang melakukan perbuatan yang menimbulkan kerugian bagi semua orang, maka korban berhak mengajukan gugatan perdata dan kemudian berkasnya juga bisa digabungkan”, ujar Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman selaku kuasa hukum Habib Novel.

Pernyataan Habiburokhman itu merajuk pada Pasal 98 KUHP. Sebab pernyataan yang disampaikan Ahok tersebut dinilai telah merugikan ulama-ulama di Indonesia, termasuk terlapor pertama Habib Novel Bamukmin.

Habiburokhman menambahkan, Habib Novel selaku seorang mubaligh merasa sangat dirugikan dengan pernyataan Ahok sial Surah Al Maidah. Kerugian yang dideritanya bersifat materil dan juga immateril sekaligus.

Dengan demikian, jumlah tersebut terdiri dari biaya upaya klarifikasi yang dilakukan di Kepulauan Seribu sebesar Rp 4 juta, kemudian Rp 200 juta adalah pendapatan Habib Novel karena dia tidak menjalani aktivitasnya sebagai advokat.

Selain mengajukan gugatan materil berupa uang sebesar Rp 204 juta, Tim ACTA juga mengajukan gugatan immateril berupa permintaan permohonan maaf Ahok berupa pemasangan iklan ke sejumlah media.

Iklan tersebut wajib dipasang selama 10 hari sejak perkara tersebut diputuskan, dalam bentuk 1 halaman di 9 surat kabar nasional. Tak hanya itu, isinya juga harus memenuhi ketentuan yang diajukan pihaknya.

Kunjungi website resmi kami di merdekaseo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!