Penangkapan Bandar Narkotika Jaringan Internasional

Penangkapan Bandar Narkotika Jaringan Internasional

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jendral Budi Waseso saat di wawancara membenarkan ada nya penembakan yang terjadi di Desa Kosambi Timur, Tanggerang.

Budi Waseso mengungkapkan “Anggota Badan Narkotika Nasional terpaksa menembak ke arah para tersangka karena berusaha melawan dan mau menabrak anggota Kepolisian.” Ungkap Budi Waseso.

Dalam kontak senjata pihak nya berhasil menembak mati salah satu anggota Korps Pasukan Khas ( Paskhas ) TNI Angkatan Udara yang berdinas di kawasan Halim Perdana kusuma. Prajurit tersebut berpangkat praka.

“Jadi satu tersangka yang tertembak mati oleh anggota saya berinisial ZA (31). Dia adalah seorang prajurit pasukan elite yang dinasnya di wing 1 Kopaskhas.,” terang Budi Waseso saat memberikan keterangan kepada media di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Tertembaknya ZA, berdasarkan informasi tentang adanya  penyelundupan narkotika sindikat Internasional. Dan kami juga sudah memantau tersangka lebih kurang 2 bulan. Dan kemudian kami melakukan penyelidikan, ternyata jaringan narkotika Internasional tersebut berasal dari negara Taiwan.

Penangkapan Bandar Narkotika Jaringan Internasional

“Ada informasi bahwa ada penyelundupan narkotika dari negara Taiwan ke Indonesia melalui jalur laut menggunakan jalur tikus dan menyimpannya ke dalam bantal. Kemudian petugas kami melakukan penyelidikan hingga barang tersebut masuk ke dalam kawasan pergudangan sentral Kosambi Blok H5J, Dadap, Tangerang, Banten,” lanjutnya.

Dalam penggerebekan tersebut BNN berhasil menyita 110 KG sabu – sabu ,310.000 butir Happy Five dan satu buah pistol jenis laras pendek yang berasal dari tersangka YCH (33) dan CHL (35) yang merupakan warga negara Taiwan. Diduga hasil tersebut bernilai lebih kurang 1 triliun rupiah.

Selain itu, Dua dari tiga tersangka mendapatkan hadiah timah panas dari petugas, lantaran keduanya berusaha melawan petugas ketika mau diamankan. Salah satu tersangka tewas saat dibawa ke rumah sakit karena mengalami pendarahan yang cukup serius.

Sementara satu orang tersangka ditahan dan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1), UU nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

Saat ini sejumlah pihak kepolisian masih berjaga diseputaran gudang tersebut dan dipasangi garis polisi untuk melakukan penyelidikan.

Kunjungi website resmi kami di merdekaseo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!